Identifikasi Resiko

Posted: Januari 22, 2012 in Uncategorized
Tag:,

 

Identifikasi risiko menetapkan untuk mengidentifikasi eksposur pada organisasi yang disebabkan karena adanya ketidakpastian. Hal ini memerlukan pengetahuan yang mendalam tentang organisasi, pasar di mana organisasi tersebut beroperasi, lingkungan hukum, sosial, politik dan budaya di mana berada, serta pengembangan pemahaman suara yang tujuan strategis dan operasional, termasuk faktor-faktor penting untuk keberhasilan dan ancaman serta peluang yang terkait dengan pencapaian tujuan.

Identifikasi risiko seharusnya dilakukan dengan menggunakan cara metodis untuk memastikan bahwa semua kegiatan yang signifikan dalam organisasi telah diidentifikasi dan semua risiko mengalir dari kegiatan ini telah didefinisikan. Semua ketidakstabilan atau gejolak yang terkait dan berhubungan dengan kegiatan harus diidentifikasi dan dikelompokkan.

Beberapa usaha terhadap kegiatan dan keputusan dapat diklasifikasikan dalam berbagai cara, misalnya meliputi:

  • Strategis – hal ini memberikan perhatian pada jangka panjang dengan tujuan strategis organisasi. Mereka dapat dipengaruhi oleh bidang-bidang seperti ketersediaan modal, kekuasaan dan risiko politik, perubahan hukum dan peraturan, reputasi dan perubahan dalam lingkungan fisik.
  • Operasional – hal ini memperhatikan isu dari hari ke hari bahwa organisasi dihadapkan dengan usaha-usaha untuk yang dihadapkan pada tujuan strategis.
  • Keuangan – perhatian ini menitik beratkan pada manajemen yang efektif dan pengendalian keuangan organisasi serta pengaruh factor eksternal seperti ketersediaan kredit, nilai tukar mata uang asing, suku bunga dan pergerakan tekanan pasar lainnya.
  • Pengetahuan manajemen – perhatian ini fokuss pada manajemen yang efektif dan pengendalian pengetahuan sumber daya, produksi, perlindungan dan komunikasi.
    Faktor eksternal mungkin termasuk pada penggunaan yang tidak sesuai atau penyalahgunaan intelektual properti, kegagalan wilayah kekuasaan, dan teknologi yang kompetitif. Faktor internal mungkin menjadi kerusakan system atau kehilangan staf yang menjadi kunci keberhasilan.
  • Kepatuhan – perhatian isu-isu ini seperti kesehatan & keselamatan, lingkungan, deskripsi perdagangan, perlindungan konsumen, perlindungan data, praktek kerja dan masalah regulasi.

Sementara identifikasi risiko dapat dilakukan oleh konsultan luar, pendekatan secara internal yang dikomunikasikan dengan baik, konsisten dan proses yang terkoordinasi serta menggunakan pendekatan-pendekatan yang kemungkinan besar akan lebih efektif. ‘Kepemilikan’ internal organisasi pada proses manajemen risiko menjadi sangat penting.

 

Source :  A Risk Management Standard, Published by AIRMIC, ALARM, IRM: 2002

Komentar
  1. hermien indraswari mengatakan:

    lumayan untuk menambah wawasan, apalagi sekarang setiap perusahaan diwajibkan menyusun manajemen resiko

    • DINO RIMANTHO mengatakan:

      Makasih bu kunjungannya, Saya setuju dengan pendapatnya karena memang seharusnya setiap perusahaan di Indonesia (baik negeri atau swasta) sudah harus menerapkan ini karena ini tidak hanya menyangkut kegiatan operasional perusahaan tetapi juga akan berimbas pada sumber daya yang dimiliki serta masa depan perusahaan itu sendiri.
      Insya Allah saya akan update terus materi Risk Manajemennya, karena saya sekarang konsentrasi Desertasinya ke sana. Ada beberapa tulisan yang terkait dengan risk manajemen yang sudah saya buat, ibu bisa cari di sini http://www.docstoc.com/profile/bushido02 semoga bisa membantu.

  2. saya sedang menulis tesis tentang manajemen resiko. apakah saya bisa berkomunikasi dengan bapak? terima kasih.

    • DINO RIMANTHO mengatakan:

      Silahkan bu, tetapi konteksnya bukan manajemen risiko dari sisi perbankan ya…karena konsentrasi saya ke bidang teknik. Ada beberapa tulisan mengenai Manajemen Risiko yang sudah saya upload di docstoc, silahkan browsing ke google dengan kata kunci nama saya.
      Terima kasih sudah berkunjung

  3. kebetulan saya mengangkat topik manajemen resiko dalam konteks sistem informasi. apakah bapak dapat membantu saya tentang teknik-teknik risk assesment seperti FMEA? saya sedang mempelajari cara mengaplikasikan FMEA.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s