Pro dan Kontra penggunaan Radiologi

Posted: Januari 4, 2012 in Uncategorized


Meskipun radiasi dalam segala manifestasinya telah hadir di planet kita sejak awal waktu. Penggunaannya dalam seni penyembuhan tidak dimulai hingga penemuan sinar-X pada tahun 1895. Para ilmuwan bereksperimen dengan sinar misterius yang baru ditemukan secara bertahap menyadari nilai tersebut kepada komunitas medis baik sebagai diagnostik dan sebagai alat terapi. Kemampuan dari X-ray dapat menyebabkan cedera pada jaringan biologis yang normal menjadi jelas juga. Oleh karena itu, sejak awal 1900-an baik potensi menguntungkan dan destruktif dari X-rays telah diketahui. Sinar-X adalah bentuk radiasi pengion. Prosedur radiasi pengion bermuatan positif dan negatif partikel (ion) ketika melewati materi. Produksi ion ini adalah peristiwa yang dapat menyebabkan cedera pada jaringan biologis yang normal.

Menurut US EPA, (2007, hal.2) menyatakan, terdapat berbagai jenis radiasi. Sebagian besar radiasi tersebut lebih energik daripada radiasi yang lain. Salah satu dari radiasi tersebut adalah nonpengion. Radiasi ini memiliki cukup energi untuk memindahkan atom, tetapi tidak cukup untuk mengubah bentuk kimia mereka. Sebagai contoh, gelombang mikro, gelombang radio dan cahaya tampak. Penghancuran sel hidup dan sel-sel DNA yang dapat disebabkan oleh radiasi pengion mampu menghilangkan elektron dari atom. Dengan demikian, berdasarkan bahwa radiasi pengion akan hanya disebut sebagai radiasi.

Kanker pada manusia dapat disebabkan oleh radiasi. Selain itu, efek negatif lain yang dapat disebabkan oleh radiasi antara lain termasuk kerusakan genetik pada anak-anak dari orangtua yang terkena selama masa kehamilan terpapar radiasi yang dapat menyebabkan retardasi mental pada anak-anak lahir. Selain itu, ada juga resiko efek lain yang tidak begitu banyak dibandingkan risiko kanker yang disebabkan oleh paparan radiasi (US EPA, 2007, hal 2).

Komite Negara-negara ilmiah dunia tentang efek dari Radiasi Atom (UNSCEAR) sebagaimana yang dikutip oleh Lindell, B., (1991, hal. 1) menyatakan bahwa pada tahun 1997 mengeluarkan laporan tentang efek risiko radiasi pengion yang dapat menyebabkan kanker. Sementara itu, di tahun yang sama, dalam publikasi 26 pada rekomendasi proteksi radiasi dasar yang dikeluarkan oleh International Commision on Radiological Protection (ICRP).

Menurut Chow, SM, (2005, hal. 127-135) mengklaim bahwa yodium radioaktif (RAI) adalah isotop, yang terbentuk dari emisi yang dihasilkan dari reaksi yang terjadi selama energi peluruhan beta dan gamma. Dimana 90% dari energi yang disimpan oleh tidak lebih dari 2mm. Sedangkan sisanya disimpan sebagai campuran emisi foton. Selain itu, RAI telah menunjukkan dampak positif untuk mengurangi kemungkinan kekambuhan dan dapat meningkatkan kelangsungan hidup.

Disamping itu radiasi yang disebabkan oleh proses radiologi. Keuntungan yang diperoleh dari proses ini adalah dalam bidang kesehatan. Kanker payudara dini dapat didiagnosis dengan menggunakan alat Mamografi. Alat ini terbukti efektif untuk memeriksa penyakit pasien. Kontribusi dari penggunaan alat ini telah membantu banyak dalam bidang kesehatan dan secara signifikan dapat meningkatkan kualitas hidup bagi perempuan. Mamografi adalah alat yang memanfaatkan radiasi pengion ditujukan pada kesejahteraan pasien. Alat ini memberikan manfaat jauh lebih besar dari risiko yang ditimbulkan (Sherer, et al., 2006, hal 4).

Selain itu, Paterson, E., (1958, hal 13) juga menunjukkan bahwa menemukan perubahan patologis dan untuk memberikan informasi lebih banyak tentang sifat dan diagnosis diferensial adalah salah satu fungsi utama dari pemeriksaan radiologi. Setelah pelaksanaan penyelidikan klinis, bidang radiologi mampu memberikan kontribusi radiologi dominan dan disamping itu juga memberikan bantuan yang substansial untuk kebenaran penyelidikan penyakit.

 

Daftar pustaka :

Bo Lindell, B., Dunster. J.H., and Valentin, J., International Commission on

Radiological Protection: History, Policies, Procedures, Swedish Radiation Protection Institute (SSI), SE-171 16 Stockholm, Sweden.

Sherer, M.A.S., Visconti, P.J.,  Ritenour, E.R.,   (2006), Radiation protection in medical radiography, Fifth Edition, Mosby: Elsevier, Canada.

Paterson, E., (1958), The Benefits of diagnostic radiology, Journal of the Faculty of  Radiology, Vol. IX, No. 4, pp. 169-174.

 

 

US EPA, (2007),  Radiation -Risks and Realities, Office of Air and Radiation, EPA-402-K-07-006, pp. 1 – 16.

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s