Konsep Dasar Toksikologi

Posted: September 18, 2011 in Uncategorized

Studi toksikologi merupakan efek samping yang disebabkan oleh agen fisik dan kimia pada organisme hidup. Studi toksikologi adalah  multidisiplin ilmu yang mencakup  banyak bidang keahlian ilmiah, termasuk biologi, biokimia, kimia, patologi, dan fisiologi. Toksikologi menyumbang beberapa kontribusi dalam kedokteran klinis, hukum kedokteran, kesehatan dan kerja, kedokteran hewan, patologi eksperimental, pengembangan kimia baru, dan evaluasi keselamatan.

Agen kimia dapat berupa kimia alami atau kimia sintetik.Kkimia sintetik dibagi  menjadi beberapa kelas-biasanya terkait dengan aktivitas atau paparan-termasuk zat farmasi, bahan tambahan makanan, pestisida, bahan kimia industri dan bahan kimia domestik.  Kimia alami meliputi berbagai zat yang biasanya ditemukan di lingkungan seperti arsenik. timbal dan racun biologis yang berasal dari tumbuhan, hewan atau mikrobiologi. Contoh dari racun tanaman adalah alkaloid pyrrolizidine yang dihasilkan oleh berbagai spesies seperti  glikosida jantung pada oleander dan morfin dalam tanaman opium. Contoh racun hewan,  racun-racun yang dihasilkan oleh berbagai spesies hewan darat dan laut, seperti platypuses, ular, laba-laba, lebah dan ikan batu. Toksin botulinum dan enterotoksin staphylococeal adalah contoh dari racun jamur. Agen fisik termasuk radiasi, panas, debu, getaran dan suara

source : Andrew Langley, Peter Di Marco and Gerard Neville, 2006, Toxicology, Environmental Health in Australia and New Zealand, Nancy Cromar, Scott&Howard Fallowfield (Eds), Oxford University Press.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s