DEFINISI KESEHATAN MASYARAKAT

Posted: Maret 15, 2011 in Lingkungan Umum

Sudah banyak para ahli kesehatan masyarakat membuat batasan kesehatan masyarakat ini. Secara kronologis batasan-batasan kesehatan masyarakat mulai dengan batasan yang sangat sempit sampai batasan yang luas seperti yang dianut sekarang ini dapat diringkas sebagai berikut. Pada batasan yang paling tua, dikatakan bahwa kesehatan masyarakat adalah usaha-usaha untuk mengatasi masalah-masalah sanitasi yang mengganggu kesehatan. Dengan kata lain kesehatan masyarakat adalah sama dengan sanitasi. Upaya memperbaiki dan meningkatkan sanitasi lingkungan adalah merupakan kegiatan masyarakat. Kemudian pada akhir  abad ke-18 dengan ditemukan bakteri-bakteri penyebab penyakit dan beberapa jenis imunisasi, kegiatan kesehatan masyarakat adalah pencegahan penyakit yang terjadi dalam masyarakat melalui perbaikan sanitasi lingkungan dan pencegahan penyakit melalui imunisasi.

Pada awal abad ke-19 kesehatan masyarakat sudah berkembang dengan baik, kesehatan masyarakat diartikan suatu upaya integrasi antara ilmu sanitasi dengan ilmu kedokteran. Sedangkan ilmu kedokteran itu seniri merupakan integrasi antara ilmu biologi dan ilmu social. Dalam perkembangan selanjutnya, kesehatan masyarakat diartikan sebagai aplikasi dan kegiatan terpadu antara sanitasi dan pengobatan 9kedokteran) dalam mencegah penyakit yang melanda penduduk dan masyarakat. Oleh karena masyarakat sebagai objek penerapan ilmu kedokteran dan sanitasi mempunyai aspek social ekonomi dan budaya yang sangat kompleks. Akhirnya kesehatan masyarakat diartikan sebagai aplikasi keterpaduan antara ilmu kedokteran, sanitasi dan ilmu social dalam mencegah penyakit yang terjadi di masyarakat.

Dari pengalaman-pengalaman praktek kesehatan masyarakat yang telah berjalan sampai pada awal abad ke-20, Winslow  (1920) akhirnya membuat batasan kesehatan masyarakat yang sampai sekarang masih relevan, sebagai berikut : kesehatan masyarakat (public health) adalah ilmu dan seni mencegah penyakit,  memperpanjang hidup dan meningkatkan kesehatan melalui “usaha-usaha pengorganisasian masyarakat” untuk :

  • Perbaikan sanitasi lingkungan
  • Pemberantasan penyakit-penyakit menular
  • Pendidikan untuk kebersihan perorangan
  • Pengorganisasian pelayanan-pelayanan medis dan perawatan untuk diagnosis dini dan pengobatan
  • Pengembangan rekayasa social untuk menjamin semua orang terpenuhi kebutuhan hidup yang layak dalam memelihara kesehatannya.

Dari batasan tersebut tersirat bahwa kesehatan masyarakat adalah kombinasi antara teori (ilmu) dan praktek (seni) yang bertujuan untuk mencegah penyakit, memperpanjang hidup dan meningkatkan kesehatan penduduk (masyarakat). Ketiga tujuan tersebut sudah barang tentu dapat salig berkaitan dan mempunyai pengertian yang luas. Untuk mencapai ketiga tujuan pokok tersebut Winslow mengusulkan cara atau pendekatan yang dianggap paling efektif adalah melalui “upaya-upaya pengorganisasian masyarakat”.

Pengorganisasian masyarakat dalam rangka pencapaian tujuan-tujuan kesehatan masyarakat, pada hakikatnya adalah menghimpun potensi masyarakat atau sumber daya (resources) yang ada di dalam masyarakat itu sendiri untuk upaya-upaya ; preventif, kuratif, promotif dan rehabilitasi kesehatan mereka sendiri. Pengorganisasian masyarakat dalam bentuk penghimpunan dan pengembangan potensi dan sumber-sumber daya masyarakat dalam konteks ini pada hakekatnya adalah menumbuhkan membina dan mengembangkan partisipasi masyarakat di bidang pembangunan kesehatan.

Menumbuhkan partisipasi masyarakat tidaklah mudah, memerlukan pengertian, kesadaran dan penghayatan oleh masyarakat terhadap masalah-masalah kesehatan mereka sendiri, sert aupaya-upaya pemecahannya. Untuk itu perlu pendidikan kesehatan masyarakat melalui pengorganisasian dan pengembangan masyarakat. Jadi pendekatan utama yang diajukan Winslow dalam rangka mencapai tujuan-tujuan kesehatan masyarakat sebenarnya adalah salah satu strategi atau pendekatan pendidikan kesehatan.

Selanjutnya, Winslow secara implicit mengatakan bahwa kegiatan kesehatan masyarakat itu meliputi ;

a.    Sanitasi lingkungan

b.    Pemberantasan penyakit

c.    Pendidikan kesehatan (hygiene)

d.    Manajemen (pengorganisasian) pelayanan kesehatan

e.    Pengembangan rekayasa social dalam rangka pemeliharaan kesehatan masyarakat.

Dari ke lima bidang kegiatan kesehatan masyarakat tersebut, dua kegiatan diantaranya yaitu kegiatan pendidikan kesehatan (hygiene) dan rekayasa sosial adalah menyangkut kegiatan pendidikan kesehatan. Sedangkan kegiatan bidang sanitasi pemberantasan penyakit dan pelayanan kesehatan dan pengobatan saja, tetapi tidak perlu upaya pemberian pengertian dan kesadaran kepada masyarakat tentang manfaat serta pentingnya upaya-upaya atau fasilitas fisik tersebut dalam rangka pemeliharaan, peningkatan dan pemulihan kesehatan mereka. Apabila tidak disertai dengan upaya-upaya ini maka sarana-sarana atau fasilitas pelayanan tersebut tidak atau kurang berhasil dengan optimal.

Batasan lain disampaikan oleh Ikatan Dokter Amerika (1948) menyatakan bahwa kesehatan masyarakat merupakan ilmu dan seni memelihara, melindungi dan meningkatkan kesehatan masyarakat melalui usaha-usaha masyarakat dalam pengadaan pelayanan kesehatan pencegahan dan pemberantasan penyakit. Dari perkembangan batasan kesehatan masyarakat seperti tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa kesehatan masyarakat itu meluas dari hanya berurusan dengan sanitasi, ilmu kedokteran kuratif, ilmu kedokteran pencegahan sampai dengan ilmu social dan itulah cakupan ilmu kesehatan masyarakat.

 

Sumber :

Soekidjo Notoadmodjo, (1997), Ilmu Kesehatan Masyarakat, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s