Identifikasi risiko

Posted: Desember 24, 2010 in Uncategorized

Organisasi harus melakukan identifikasi sumber risiko, area dampak risiko, peristiwa dan penyebabnya serta potensi akibatnya. Sasaran dari tahapan ini adalah membuat daftar risiko secara komperehensif dan luas yang dapat mempengaruhi pencapaian sasaran baik meningkatkan, menghalangi, memperlambat atau bahkan mengagalkan pencapaian sasaran organisasi. Perlu juga diidentifikasikan risiko-risiko yang terjadi bila peluang yang ada tidak kita ambil. Proses identifikasi pada tahapan ini tidak akan diikutsertakan pada proses-proses berikutnya. Identifikasi risiko ini juga dilakukan terhadap sumber-sumber risiko, baik yang ada di dalam kendali maupun yang di luar kendali organisasi.

Teknik identifikasi yang digunakan oleh organisasi hendaknya sesuai dengan sasaran, kemampuan dan jenis risiko yang dihadapi dalam proses identifikasi risiko. Bila memungkinkan hendaknya juga digali latar belakang informasi tersebut. Orang-orang yang mempunyai pengetahuan tentang risiko terkait atau proses/kegiatan terkait hendaknya dilibatkan dalam proses identifikasi risiko. setelah mengidentifikasikan risiko yang mungkin terjadi, perlu dipertimbangkan hal-hal yang dapat menyebabkan risiko itu terjadi. Bagaimanakah skenario yang memungkinkan hal tersebut terjadi dan bagaimana besar dampaknya. Semua hal yang secara signifikan dapat menimbulkan risiko harus dipertimbangkan dan diperhatikan.

Sumber Pustaka :

Leo J. Susilo dan Victor Riwu Kaho, 2010., Manajemen Risiko Berbasis ISO 31000 Untuk Industri Non Perbankan, Penerbit PPM, Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s