Limbah Minyak

Posted: Oktober 21, 2010 in Uncategorized

Limbah Minyak

Pada tahun 1991, sekitar 1,35 miliar galon limbah minyak yang berasal dari petroleum yang diproduksi di Amerika Serikat. Diperkirakan sekitar 790 juta galon dikaitkan dengan penggunaan otomotif dan 560 juta galon yang dihasilkan oleh industri(1. Minyak Otomotif termasuk minyak dari crankcase, oli mesin diesel dan transmisi, rem dan cairan power steering. Sumber minyak otomotif adalah penggantian minyak sendiri, garasi mobil, stasiun pelayanan, armada truk dan taksi, instalasi militer dan fasilitas industri dan manufaktur. Limbah minyak industri meliputi minyak pada pengerjaan logam, minyak hidrolik, minyak proses, minyak pelumas, dan minyak mesin crankcase.

Limbah minyak sering mengandung logam, pelarut diklorinasi dan senyawa organik lain-lain, yang termasuk dalam daftar sebagai polutan prioritas oleh EPA. Kehadiran logam seperti arsen, barium, kadmium, kromium, dan seng biasanya merupakan hasil dari proses mesin atau pemakaian bantalan, atau masuknya logam ini pada penambahan minyak. Timbal yang dihasilkan dari bensin bertimbal merupakan kontaminan yang umum, meskipun nampaknya konsentrasi turun secara signifikan sebagai akibat penggunaan bahan bakar tanpa timbal meningkat. Diklorinasi pelarut seperti PCB yang ditemukan dalam minyak limbah merupakan akibat dari kegiatan ilegal atau pencampuran minyak yang ceroboh. Kehadiran senyawa organik lain-lain seperti benzena dan naftalena, biasanya terkait dengan kandungan dasar minyak itu sendiri.

Peluang Reuse dan Recycling Limbah Minyak

Dari sudut pandang konservasi energi, daur ulang minyak merupakan penggunaan sumber daya yang efisien. Hampir sebagian besar limbah minyak harus melalui regulasi atau sistem pengelolaan yang dilakukan oleh pengolahan kembali atau penyulingan, dan sebagian besar proses residu padat dapat digunakan dengan produk-produk aspal jalan.

a. Pengolahan Kembali

Pada tahun 1989, terdapat 200 sampai 300 pengolahan kembali minyak di Amerika Serikat. Pengolahan kembali tersebut menggunakan pemanasan ringan dan pembersihan guna menghilangkan sedimen dasar, air, bahan tersuspensi, dan abu, tetapi jumlah organik yang mudah menguap dan logam tidak berkurang dalam jumlah yang besar, sementara produk akhir hanya cocok untuk bahan bakar. Sistem pengolahan kembali biasanya meliputi pengendapan, pemanasan, vakum filtrasi dan sentrifugasi (lihat gambar 1). minyak yang tidak terproses masuk ke dalam tangki pengendapan, dimana partikel besar dipindahkan oleh proses sedimentasi. Minyak ini kemudian dipanaskan dan vakum penyaringan untuk membuang air, hidrokarbon yang mudah menguap serta bahan-bahan tersuspensi. Setelah netralisasi dan demulsifikasi,

minyak ini dipanaskan sampai suhu 300 oF (149 oC) dan disentrifugasi untuk menghilangkan partikel melalui proses filtrasi. Sekitar 90 persen akan menghasilkan produk sementara sisanya dikembalikan lagi ke pemanas. Lumpur  logam dan sedimen yang dihasilkan, biasanya dibakar sebagai bahan bakar dalam pabrik atau dimasukkan ke dalam produk aspal.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 1.  Perlakuan secara Centrifugal Limbah Minyak

a.       Pemurnian Kembali

Pada tahun 1989, terdapat 169 penyulingan kembali di  Amerika Serikat. Penyulingan kembali menggunakan teknik yang sama seperti pada pengolahan kembali guna menghilangkan sedimen dan air, serta perlakuan lanjut untuk menghilangkan kontaminan yang mudah menguap dan logam, yang memungkinkan minyak dapat  digunakan lagi sebagai minyak pelumas. Secara umum proses ini meliputi pemanasan, filtrasi, vakum distilasi dan ekstraksi pelarut, perlakuan tanah liat atau perlakuan dalam reactor katalitik. Salah satu perlakuan yang memperoleh popularitas adalah proses KTI, yang dikembangkan oleh Phillips Petroleum, sebagaimana

ditunjukkan pada Gambar 2. Distilasi hidrokarbon primer akan menghilangkan sedikit hydrocarbon; vakum distilasi akan menghasilkan jumlah fraksi besar di minyak pelumas. Langkah perlakuan hidro terdiri dari penambahan gas hidrogen dan reaksi atas katalis. Hidrogenasi akan menghilangkan kontaminan yang mendidih dalam jumlah yang sama seperti minyak pelumas, termasuk klorin, oksigen, nitrogen yang mengandung senyawa. Perlakuan minyak pada tekanan rendah untuk memisahkan produk gas, dan menarik karena memberikan hasil yang baik dan kualitas setara produk minyak pelumas orisinil. Proses ini dapat melakukan perlakuan pada minyak yang terkontaminasi oleh PCB dan limbah berbahaya lainnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 2. Teknologi Kinetika International (KTI) proses untuk produksi minyak pelumas

Pada akhir 1990, Environmental Protection Agency (EPA) tidak mengklasifikasikan limbah minyak sebagai limbah berbahaya kecuali jika hal tersebut telah terkontaminasi dengan bahan berbahaya seperti PCB (Polychlorinated biphenyls), TCE (trichloroethylene), atau pelarut terklorinasi lainnya. Namun, lembaga itu mengajukan tiga rencana manajemen yang memungkinkan dan direncanakan untuk disebarluaskan pada pertengahan 1992. Sedikitnya 10 negara bagian di Amerika Serikat mengatur pengggunaan minyak sebagai limbah berbahaya; terkecuali minyak yang memenuhi standar daur ulang. Daur ulang minyak diatur dan diawasi

oleh EPA serta individu, demikian juga halnya dengan pembakaran diawasi oleh negara dan peraturan federal.

Bahan bakar minyak yang dihasilkan oleh pengolahan harus memenuhi spesifikasi tertentu mengenai logam beracun (arsen, kadmium, kromium, memimpin), total halogen, dan titik nyala. Penggunaan  minyak yang mengandung total halogen kurang dari 1000 ppm dapat dibakar tanpa mengikuti peraturan federal. Sedangkan minyak yang melebihi tingkat standard yang diijinkan menunjukkan penggunaan minyak yang tidak memenuhi spesifikasi dan hanya dapat dibakar dalam industri atau utilitas boiler dan tungku.

 

Sumber :

Mueller Associates, Inc.: Waste Oil:Reclaiming Technology, Utilization and Disposal, Noyes Data Corporation, park Ridge,NJ.,1989.

George Tchobanoglous, Hilary Theisen, Samuel Vigil (1993),Integrated Solid Waste Management, Engineering Principles and Management Issues, Mc Graw-Hill,Inc.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s