PRODUK BERSIH

Posted: September 21, 2010 in Lingkungan Umum

Clean Production atau lebih dikenal dengan istilah produksi bersih adalah suatu kegiatan dalam industry manufaktur yang berorientasi pada efisiensi dan efektifitas penggunaan raw material, bahan tambah lainnya, sumber energy dan menekan terjadinya pencemaran terhadap lingkungan yang akan terjadi dari kegiatan produksi tersebut. Metode pendekatan produksi bersih lebih ditekankan pada tindakan pencegahan terhadap timbulnya bahan pencemar (polutan) baik yang bersifat cair, gas maupun padatan dengan memperhatikan operasional proses produksi serta meningkatkan pemahaman terhadap daur hidup suatu produk yang dihasilkan. Secara prinsip kegiatan pengelolaan pencemaran lingkungan yang ditimbulkan dari kegiatan proses produksi adalah dengan mengetahui terjadinya limbah sejak dari pembelian bahan baku, pemilihan bahan baku dan bahan tambah, kegiatan proses produksi, proses pengepakan, penyimpanan dalam gudang sampai proses berpindahnya produk tersebut hingga ke tangan konsumen sampai akhirnya produk tersebut tidak dapat digunakan lagi oleh konsumen yang menjadi limbah. Pengelolaan pencemaran lingkungan ini dapat menjadi salah satu metode yang dapat diterapkan dalam meningkatkan daya saing perusahaan untuk memenangkan persaingan bisnis. Definisi produksi bersih menurut UNEP, merupakan strategi pencegahan terhadap dampak lingkungan secara terpadu yang diterapkan secara berkelanjutan melalui proses, produk, jasa untuk meningkatkan efisiensi secara keseluruhan dan mengurangi terjadinya risiko terhadap manusia maupun lingkungan (UNEP, 1994). Sedangkan menurut Kementerian Lingkungan Hidup, Produksi Bersih, didefinisikan sebagai suatu Strategi pengelolaan lingkungan yang bersifat preventif, terpadu dan diterapkan secara terus-menerus pada setiap kegiatan mulai dari hulu ke hilir yang terkait dengan proses produksi, produk dan jasa untuk meningkatkan efisiensi penggunaan sumberdaya alam, mencegah terjadinya pencemaran lingkungan dan mengurangi terbentuknya limbah pada sumbernya sehingga dapat meminimisasi risiko terhadap kesehatan dan keselamatan manusia serta kerusakan lingkungan (KLH,2003). Berdasarkan pengertian sebagaimana yang disebutkan di atas maka beberapa hal yang dianggap penting dalam pengelolaan lingkungan adalah tindakan pencegahan pencemaran, proses produksi, produk yang dihasilkan baik jasa maupun produk manufaktur, peningkatan efektifitas dan efisiensi serta mengurangi terjadinya risiko. Sehingga perlu adanya perubahan paradigma pihak manajemen perusahaan untuk lebih bertanggung jawab pada lingkungan dan mengevaluasi teknologi yang digunakan dalam kegiatan proses produksinya. Pada sektor manufaktur, produksi bersih dapat diartikan dengan meningkatkan efisiensi pemakaian bahan baku, bahan tambah, energi, dan sumber daya lainnya, menghindari pemakaian bahan-bahan berbahaya dan beracun, mereduksi jumlah dan tingkat bahaya dari  semua limbah sebelum meninggalkan proses produksi. Sedangkan pada sektor jasa, produksi bersih adalah mengintegrasikan pertimbangan lingkungan ke dalam perancangan dan produk layanan jasa. Dari kedua gambaran tersebut diatas dapat dikatakan bahwa penerapan produksi bersih sangat luas mulai dari kegiatan pengambilan bahan termasuk kegiatan pertambangan, proses produksi, pertanian, perikanan, pariwisata, perhubungan, konservasi energi, rumah sakit, rumah makan, perhotelan, sampai pada sistem informasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s