Strategi Inovasi (Innovation Strategy)

Posted: Februari 6, 2011 in Uncategorized

Pada banyak industri, tidak melakukan inovasi mengandung risiko besar. Para pemain berusaha meraih laba awal yang tinggi sebagai hasil dari sambutan pelanggan terhadap produk mereka yang baru atau produk mereka yang disempurnakan secara besar-besaran. Pemikiran mendasar strategi umum adalah menciptakan suatu daur hidup produk baru dan karenanya akan membuat produk lama yang serupa menjadi using. Jadi berbeda dengan strategi pengembangan produk yang mencoba memperpanjang daur hidup produk lama. Meskipun kebanyakan perusahaan menginginkan pertumbuhan menyadari perlunya berinovasi, tidak banyak perusahaan yang menjadikan inovasi ini menjadi strategi fundamental. Sebab tidak banyak gagasan inovatif yang menghasilkan keuntungan karena biaya riset, pengembangan dan pra pemasaran untuk mengubah gagasan baru menjadi produk yang menguntungkan sangat tinggi. Suatu penelitian oleh departemen riset Booz Allen & Hamilton menemukan bahwa kurang dari 2% proyek inovatif yang diprakarsai oleh 51 perusahaan yang akhirnya mencapai pasar. Jelasnya, dari 58 gagasan produk baru, hanya 12 yang lolos dari tahap penyaringan awal yang memeriksa kesesuaian mereka dengan misi dan sasaran jangka panjang perusahaan, hanya 7 yang tersisa setelah dievaluasi potensinya dan hanya 2 yang memiliki potensi laba setelah dilakukan uji pasar dan terakhir hanya satu ang berhasil secara komersial.

Sumber Pustaka ;

Tedjo Tripomo dan Udah, 2005., Manajemen Strategi, Penerbit Rekayasa Sains, Bandung.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s